Cinta yang berkelas, kamu kelas apa?

Cinta, bak pedang bermata dua; bisa menyehatkan juga menyakitkan. Pesonanya menggoda para muda hingga yang tuapun tak mau kalah dibuatnya. Satu-dua kali putus cinta sudah biasa, serong kanan-kiri itupun lumrah, benarkah demikian? Lantas apakah itu wujud konsistensi, komitmen, kepercayaan dan juga pengorbanan? Apakah hal demikian sudah tidak ada artinya lagi? Sstt, jangan galau terus! Simak perkelasan cinta yang berkelas dikutip dari pengamatan pribadi ngaret.

Cinta buta

Baru kenal doi beberapa hari yang lalu, jantung langsung berasa dag-dig-dug? Itu tandanya kamu masuk dalam kelas cinta yang satu ini atau bahkan berada sedikit di bawahnya, hanya suka. Perhatikan perbedaannya, kamu tidak boleh hanya cinta dengan membabi-buta kepada tiap orang yang kamu jumpai, hanya karena doi ganteng atau cantik.

Terlebih jika ternyata doi yang kamu taksir itu sudah memendam perasaannya padamu sejak lama dan tiba-tiba di seperempat jalan kamu mulai bosan dengannya hingga mengulangi loop-mu itu, cinta buta!

Cinta monyet

Nah jenis cinta ini biasanya tenar di kalangan kids zaman now. Sedikit berbeda dengan cinta buta, cinta monyet ini lebih menyasar dan spesifik! Meskipun kayak monyet, tapi jenis cinta ini terkesan akan terkenang dalam ingatan dan hati kamu seumur hidup (katanya)

Cinta butuh

Gambar oleh: thedailyquotes

Manusia adalah makhluk sosial, yang saling membutuhkan dan tidak dapat hidup sendiri; tapi bukan dengan demikian menjadikan kamu terpaksa mencintai seseorang karena kebutuhanmu saja (matre). Mungkin saja pasanganmu sebenarnya tahu (dan memang iya, menurutmu dia bodoh?) tapi dia memilih untuk “mengiyakan”, sudikah kamu?

Cinta mati

“Aku sayang kamu selamanyaa, muachh :*” ~besoknya putus!

Terdengar geli di telinga namun sepertinya hampir semua orang yang pernah pacaran (khususnya di Indonesia) pernah mengucapkan janji manis itu. Jenis cinta ini masih termasuk dalam kategori cinta monyet namun sudah ke arah yang lebih serius dan biasanya merupakan aib bagi hampir seluruh umat manusia, ayo ngaku!

Cinta sejati

Pada kelas ini, ketahanan, keseriusan, dan mentalitas kamu dalam menghadapi doi sudah sangat teruji sehingga kamu merasa “Ini dia cinta sejatiku!” Bahkan sedetikpun kamu enggan berpisah darinya, seakan dunia hanya milik kalian berdua. Tapi biasanya, kehidupan cinta ini rentan terkena virus mematikan, berikut kutipannya:

Yang sudah nikah aja bisa main, kenapa saya tidak?

Sedikit mengguncang hati saat mendengar kalimat tersebut, namun itu fakta yang mungkin dan banyak terjadi; sad but true!

Hanya cinta

Gambar oleh: skydaze

Tidak melulu hanya sekadar menjadi teman chatting, saat didatangi memble; kamu pacaran untuk apa? kesepian? tidak mampu hidup sendiri? Itu bukan pacaran, kamu hanya membuang waktu orang yang sangat menghargai dirimu!

Tidak menuntut apapun, saling menghargai perasaan satu sama lain, berusaha berkomitmen dan ingin selalu menjadi yang terbaik untuk dirimu sendiri dan dirinya. Bukan yang, “sebentar-sebentar minta putus”, mana komitmennya?
Kamu akan selalu mencoba untuk hadir dalam kehidupannya meskipun ratusan, ribuan jarak membentang, hiruk-pikuknya kehidupan dan keuangan kamu; kamu akan tetap mencoba menjadi yang terbaik dan jika dia dengan senang hati menerima hal itu, jangan lepaskan dia!

Kiranya inilah cinta yang benar-benar cinta, hanyalah cinta.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Cinta yang berkelas, kamu kelas apa?
Author Rating
51star1star1star1star1star
(Visited 629 times, 1 visits today)
News Reporter
Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku --hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya. (1965) ~Ernesto "Che" Guevara

Leave a Reply

2 thoughts on “Cinta yang berkelas, kamu kelas apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *